Archive for the ‘ ceritaku ’ Category

Dorama : Scrap Teacher

konnichiwa  🙂

hmm abis nonton dorama itu, jadi pengen nulis sesuatu. Tapi bukan tentang sinopsis atau para pemainnya. Aku pengen ngebahas tentang betapa besar pengaruh niat dalam suatu perbuatan. Benarlah dalam suatu hadis Rasul yang menyebut bahwa sesuatu itu tergantung niatnya. Karena aku pernah dengar kalo niat memegang setengah dari suatu perbuatan. Sepertiganya adalah keikhlasan dan sisanya perbuatan itu sendiri. Berarti 1/2 (niat) + 1/3 (ikhlas) = 5/6, berarti untuk menyempurnakannya tinggal 1/6 lagi, yaitu perbuatan yang akan dilakukan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Usaha Kecil Menengah : “Dari Awal Menjadi Bekal”

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Serta usaha yang berdiri sendiri. Baca lebih lanjut

Hal ‘ini’ menyadarkanku banyak hal

Banyak hal yang dapat menyadarkan kita pada berbagai hal. Bahkan dari sesuatu yang membuat jenuh dan lelah.  Tulisan ini hanya bagian dari buah kepenatan di malam hari, saat amanah sebagai mahasiswa kian menumpuk.

Tak pernahkah kau sadari kawan, saat kita memenuhi panggilan Tuhan Yang Maha Esa, selayaknya kita lakukan hal yang sama, saat akan bertemu manusia. Bersedia meluangkan waktu untuk memenuhi panggilannya. Namun tidak meluangkan waktu untuk memenuhi panggilanNYA. Memikirkannya, tapi tidak memikirkanNYA. Baca lebih lanjut

Jika bermanfaat, silahkan baca! Jika tidak, maka tinggalkan!

Jangan lemah karena kesalahan.

Karena kesalahan adalah bagian dari pelajaran.

Agar kau lebih bijak menghadapi segala kemungkinan.

Jangan puas karena kebenaran.

Karena kebenaran datang dari Tuhanmu.

Agar kau lebih ‘alim dalam bertindak.

Jangan ragu pada kebimbangan.

Karena itu datang dari musuhmu.

Yang menginginkanmu ragu-ragu lalu salah dalam memutuskan.

Ia menginginkanmu hina sepertinya, sama seperti ketika ia diusir dari surga.

Bersikaplah sewajarnya menurut hatimu.

Hadapi yang harus dihadapi.

Tempuhlah yang harus ditempuh.

Latihlah hatimu agar peka terhadap yang benar.

Sentuhlah hatimu dengan firman Tuhanmu.

Lalu..Jadilah bagian dari kemenangan din-mu.

bukan gentlemen..

terinspirasi dari lelahnya kehidupan kereta..

======================================================================

Memasuki gerbong kereta..kita dipaksa untuk survive.
meski terkadang harus menyingkirkan yang lain jika padatnya tak terhindarkan.
namun kalau penuh pun semua orang tetap berebut masuk. Tentu untuk mendapatkan sebuah kursi pengusir lelah.
meski kursi tidak empuk namun tetap menjadi buruan utama.
ketika seseorang telah mendapatkan kursi, tak pelak malas untuk bangun meski di hadapannya berdiri banyak wanita, anak-anak ataupun tua renta. Dengan barang bawaan yang banyak atau sambil menggendong sang bayi.
memang tak semua orang tetap duduk, ada saja yang berbaik hati untuk memberi kursinya bagi yang lebih berhak. Baca lebih lanjut