Lebih lanjut tentang cloud computing

Hai teman, udah baca artikel yang posting tentang “mengenal cloud computing“? nah, bagi yang belum, mampir dulu kesana ya. Jangan lupa kasih komen, ok.

Selanjutnya, saya akan sedikit mengulas mengenai cloud computing dibahas dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Akhmad Syaikhu dalam Pustakawan Muda pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), bahwa cloud computing memiliki beberapa karakteristik, yaitu :

NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut:

  1. On-demand self-service. Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan mengguna-kan,  sebuah portal web dan manajemen antarmuka.  Pengadaan dan perleng-kapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.
  2. Broad network access. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar, yang mengenalkan penggunaan berbagai platform (misalnya, telepon selular, laptop, dan PDA).
  3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki kontrol atau pengetahuan atas keberadaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada kemungkinan dapat menentukan lokasi di tingkat yang lebih tinggi (misalnya, negara, negara bagian, atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori, bandwidth jaringan, dan mesin virtual.
  4. Rapid elasticity. Kemampuan dapat dengan cepat dan elastis ditetapkan.
  5. Measured Service.  Sistem komputasi awan secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber-daya dengan memanfaatkan kemampu-an pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumber-daya dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsu-men dari layanan yang digunakan.

Sedangkan tiga jenis model layanan dijelaskan oleh NIST (Mell dan Grance, 2009) sebagai  berikut :

  1. Cloud Software as a Service (SaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infrastruktur awan. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi individu, dengan kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan konfigurasi aplikasi pengguna tertentu.
  2. Cloud Platform as a Service (PaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrastruktur komputasi awan menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau penyim-panan, namun memiliki kontrol atas aplikasi disebarkan dan memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi.
  3. Cloud Infrastructure as a Service (IaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk memproses, menyim-pan, berjaringan, dan komputasi sumberdaya  lain yang penting, dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas , dapat mencakup sistem operasi dan aplikasi. Konsumen tidak menge-lola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari tetapi memiliki kontrol atas sistem operasi, penyim-panan, aplikasi yang disebarkan, dan mungkin kontrol terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall host).

Model penyebaran komputasi awan menurut NIST terdiri dari empat model (Mell dan Grance, 2009), yaitu:

  1. Private cloud. Swasta awan. Infrastruktur awan yang semata-mata dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  2. Community cloud. Masyarakat awan. Infrastruktur awan digunakan secara bersama oleh beberapa organisasi dan mendukung komunitas tertentu yang telah berbagi concerns  (misalnya, misi, persyaratan keamanan, kebijakan, dan pertimbangan kepatuhan). Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  3. Public cloud.  Infrastruktur awan yang dibuat tersedia untuk umum atau kelompok industri besar dan dimiliki oleh sebuah organisasi yang menjual layanan awan.
  4. Hybrid cloud. Hybrid awan. Infrastruktur awan merupakan komposisi dari dua atau lebih awan (swasta, komunitas, atau publik) yang masih entitas unik namun terikat bersama oleh standar atau kepemilikan teknologi yang menggunakan data dan portabilitas aplikasi (e.g., cloud bursting for load-balancing between clouds).

Secara garis besar definisi komputasi awan menurut NIST dapat digambarkan   (Mell dan Grance, 2009) sebagai berikut:

Keuntungan Komputasi Awan

Menurut Furht (2010), teknologi cloud computing memberikan keuntungan sebagai berikut (a)  Flexibility, They can decide how much storage space to use, and how much processing power is required. While working to update software applications, the process can be pushed out much faster and more efficiently. Administrators can choose when to update an application enterprise-wide all in real time. It is up to them and how much they want to spend on IT with cloud technology. (b) Scalability, With cloud computing one person can go from small to large quickly. (c) Capital Investment, With cloud computing, many rudimentary IT purchases for things like hardware are no longer an issue as long as that task or set of tasks can be performed by the cloud. (d) Portability, With cloud computing technology, organizations are able to use their computing power wherever their people are as long as users are able to access thin clients. Thin client access is pretty much available everywhere that companies do business today, so this should not even be an issue. With thin client technology the scale of geography and time variation is flattened somewhat and this allows companies that are trying to globally integrate to be able to be more flexible than ever before.

Spinola (2009) menambahkan sedikitnya ada tiga kategori utama dari keuntungan atau manfaat dari komputasi awan, yaitu  ;

  1. delivery of service (faster time-to-value and time-to-market)
  2. reduction of cost (CapEx vs. OpEx tradeoff and costs that are more competitive)
  3. IT department transformation (focus on innovation vs. maintenance & implementation)

Information Systems Audit and Control Association (ISACA) menjelaskan beberapa manfaat bisnis utama yang ditawarkan oleh komputasi awan meliputi:

  • Cost containment—The cloud offers enterprises the option of scalability without the serious financial commitments required for infrastructure purchase and maintenance. There is little to no upfront capital expenditure with cloud services. Services and storage are available on demand and are priced as a pay-as-you-go service. Additionally, the cloud model could assist with cost savings in terms of wasted resources. Saving on unused server space allows enterprises to contain costs in terms of existing technology requirements and experiment with new technologies and services without a large investment. Enterprises will need to compare current costs against potential cloud expenses and consider models for TCO to understand whether cloud services will offer the enterprise potential savings.
  • Immediacy—Many early adopters of cloud computing have cited the ability to provision and utilize a service in a single day. This compares to traditional IT projects that may require weeks or months to order, configure and operationalize the necessary resources. This has a fundamental impact on the agility of a business and the reduction of costs associated with time delays.
  • Availability—Cloud providers have the infrastructure and bandwidth to accommodate business requirements for high speed access, storage and applications. As these providers often have redundant paths, the opportunity for load balancing exists to ensure that systems are not overloaded and services delayed. While availability can be promised, customers should take care to ensure that they have provisions in place for service interruptions.
  • Scalability—With unconstrained capacity, cloud services offer increased flexibility and scalability for evolving IT needs. Provisioning and implementation are done on demand, allowing for traffic spikes and reducing the time to implement new services.
  • Efficiency—Reallocating information management operational activities to the cloud offers businesses a unique opportunity to focus efforts on innovation and research and development. This allows for business and product growth and may be even more beneficial than the financial advantages offered by the cloud.
  • Resiliency—Cloud providers have mirrored solutions that can be utilized in a disaster scenario as well as for load-balancing traffic. Whether there is a natural disaster requiring a site in a different geographic area or just heavy traffic, cloud providers say they will have the resiliency and capacity to ensure sustainability through an unexpected event.

CSO Group (2010) menambahkan bahwa adanya komputasi awan bagi perusahaan yang lebih besar tertarik dengan struktur keuangan yang dapat menyimpan uang mereka di berbagai bidang, termasuk:

  • Capital expenses. Instead of dealing with amortization and depreciation over the estimated life of equipment, organi­zations pay a monthly or annual fee for cloud computing contracts. That makes budgets more predictable.
  • IT budgets. With hardware, software and networking capa­bilities outsourced, companies save on equipment purchases, software licenses, upgrade fees and IT management costs.
  • Development costs. Rather than fronting the cost of build­ing and upgrading a custom application, companies rely on a service provider to maintain and upgrade applications.

Potensi PUSTAKA

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sebagai salah satu unit kerja di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian  memiliki tugas pokok melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan penyebarluasan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, dan berfungsi dalam: 1) Perumusan program perpustakaan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan    dan     tek-nologi pertanian; 2) Pengelolaan sumber-daya perpustakaan dan pengembangan aplikasi teknologi  informasi; 3) Pembina-an sumberdaya    perpustakaan  di ling-kungan Departemen Pertanian; 4) Penge-lolaan dan pembinaan publikasi hasil penelitian dan pengembangan lintas komoditas pertanian; 5) Penyebaran informasi teknologi dan hasil-hasil pene-litian pertanian melalui pengembangan jaringan informasi dan promosi inovasi pertanian; 6) Pengelolaan sarana instru-mentasi teknologi informasi dan bahan pustaka; dan  7) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga pusat. Dengan tugas dan fungsi yang telah disebutkan di atas  tentunya PUSTAKA memiliki peluang dan potensi dalam menerapkan teknologi cloud computing.

Keberadaan perpustakaan unit kerja (UK) atau unit pelaksana teknis (UPT) di  Lingkup Kementerian Pertanian (KEMTAN) yang tersebar seluruh propinsi di Indonesia menjadi potensi besar bagi PUSTAKA (Gambar 3). Kemajuan dan peningkatan kinerja perpustakaan di daerah tentunya harus selalu dimonitor dengan cara melakukan fungsi pembinaan perpustakaan.  Hal ini penting dilakukan karena diperlukan adanya kesamaan persepsi baik teknis maupun administrasi bagaimana penge-lolaan perpustakaan di lingkup Kemen-terian Pertanian.

Ketersediaan sumberdaya informasi menjadi salah satu potensi lainnya yang penting bagi PUSTAKA. Berbagai jenis informasi pertanian dalam format yang beragam tentunya menjadi sumber rujukan yang sangat berharga bagi pencari informasi. PUSTAKA dapat menciptakan Agricultural Information Repository yang mencakup seluruh database perpustakaan UK/UPT lingkup KEMTAN.

Hal ini didukung dengan adanya Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 433/Kpts/HM.160/9/2003, Tanggal 4 September 2003 tentang Pengiriman Publikasi, Dokumentasi dan Informasi Tercetak/Terekam Bidang Pertanian Lingkup DEPTAN.  Dalam SK tersebut dijelaskan bahwa Unit Kerja lingkup Departemen Pertanian yang menerbitkan publikasi  ilmiah dan populer,  tercetak atau terekam wajib mengirimkan sekurang-kurangnya 2 (dua) copy kepada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Infrastruktur teknologi informasi (TI) dan sumberdaya manusia (SDM) yang menjadi penggerak dalam teknologi cloud computing tentunya tidak dapat diabaikan begitu saja. Ketersediaan kedua potensi ini harus saling bersinergi sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal dalam mewujudkan penerapan cloud computing. Dan tentu saja, pengembangan cloud computing ini akan semakin pesat, seiring dengan saemakin pesatnya teknologi khusunya di idang internet.

ok, mungkin segitu dulu,tunggu posting selanjutnya. Semoga bermanfaat.🙂

  1. Good site you’ve got here.. It’s difficult to find excellent writing like yours
    these days. I honestly appreciate individuals like you!
    Take care!!

  2. PUSTAKA memiliki potensi yang cukup besar dalam menerapkan teknologi cloud computing di masa yang akan datang. Dengan tersedianya dan terintegrasinya potensi-potensi yang dimiliki PUSTAKA mulai dari tupoksi, jaringan antara lembaga lingkup KEMTAN, sumberdaya informasi, infrastruktur dan SDM tentunya dapat menjadi kekuatan dalam penerapannya. Namun tetap diperlukan rencana yang cermat dan menyeluruh mengenai infrastruktur, keamanan data dan sumberdaya adalah dukungan internal dari penentu kebijakan sehingga mempermudah dalam proses tercipanya layanan komputasi awan perpustakaan pertanian di Indonesia.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: