Hal ‘ini’ menyadarkanku banyak hal

Banyak hal yang dapat menyadarkan kita pada berbagai hal. Bahkan dari sesuatu yang membuat jenuh dan lelah.  Tulisan ini hanya bagian dari buah kepenatan di malam hari, saat amanah sebagai mahasiswa kian menumpuk.

Tak pernahkah kau sadari kawan, saat kita memenuhi panggilan Tuhan Yang Maha Esa, selayaknya kita lakukan hal yang sama, saat akan bertemu manusia. Bersedia meluangkan waktu untuk memenuhi panggilannya. Namun tidak meluangkan waktu untuk memenuhi panggilanNYA. Memikirkannya, tapi tidak memikirkanNYA.Saat seruan adzan memanggil untuk bersujud kepada Allah, malah lalai. Tak bersiap layaknya hendak bertemu manusia. Saat ada perintah Allah, justru mencari berbagai alasan untuk menghindar. Membenarkan segala argumen untuk ngeles dari yang diperintahkanNYA. Padahal DIA-lah yang menciptakan manusia dan alam semesta. Segala yang diperintahkanNYA adalah yang terbaik untuk hambaNYA. Untuk cipataanNYA. DIA-lah yang menciptakan manusia. DIA maha Tahu kebutuhan hambaNYA. Bahkan mengetahui segala hal diluar pengetahuan sang hamba.

Tidakkah baru menyesal, ketika Allah nanti membiarkan kita dalam keterpurukan yang tidak kita sadari? Tidakkah baru kita sadari saat tak ada lagi hidayah yang tersisa untuk kita??

Ini hanyalah kepedihan hati atas segala kepenatan dunia. Saat diri merasa lebih mengutamakan manusia dibanding yang mencipatakan manusia. Mempersiapkan bertemu manusia, dibanding bertemu dengan Pencipta manusia.

Berusaha memenuhi panggilan manusia, dibanding memenuhi seruan(adzan) dari sang Maha Kuasa.

Semoga refleksi ini dapat menjadi oase bagi jiwa-jiwa yang merasa kian terhimpit akan tuntutan tugas yang tak kunjung henti.

Biarkan sejenak jiwamu mendekat kepada Rabbmu. Biarkan jiwamu sejenak merasakan tenangnya berzikir kepada Rabbmu. Dan biarkan Rabbmu yang akan memudahkan langkahmu.

Ya Rabb, ampuni kami yang dhaif. Yang tak menyadari kesalahan yang kami lakukan. Terus dan berulang. Ampuni jiwa-jiwa yang merindukan perjumpaan denganMU. Bantu kami kembali pada jalanMU. Bantu kami menyelesaikan semuanya. Maafkanlah pikiran-pikiran kami yang sering tak terisi olehMU.

Moga Engkau masih memberi hidayah kepada kami. Tegurlah kami dengan tegurlah yang rahmat. Dan jadikan segala hal yang kami lakukan tidak sia-sia. Aamiin. Ya Robbal ‘alamiin.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: