Wall E : Interaksi Manusia dan Komputer

Sebelum kita bicara lebih lanjut tentang Wall E, mari kita ketahui dulu tentang Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Mengapa saya mengaitkan antara IMK dengan film Wall E? Karena dalam film tersebut kita dapat mengetahui secara jelas interaksi dari tiap tokohnya. Interaksi yang maksimal dan begitu hidup. Kita dapat menganalisisnya dari segi Interaksi Manusia dan Komputer yang terlibat di dalamnya.
Jadi, mari kita mulai.
Interaksi merupakan suatu proses hubungan timbal balik antara manusia (aktif) dengan komputer (pasif).
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki fisik, pikiran dan rasa.
Sedangkan komputer tidak hanya merupakan suatu pengolah data menjadi informasi, tapi juga suatu perangkat yang membantu berbagai tugas manusia.
Jika kita rangkai ketiga kata tersebut maka akan bermakna perihal, tata bentuk, penilaian dan implementasi sistem komputer interaktif untuk kegunaan manusia dengan kajian fenomena yang didalamnya/interaksi antara manusia dengan sistem. Atau dalam bahasa singkatnya, IMK adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara manusia sebagai user dengan komputer sebagai sistem.

Kaitan antara film Wall E dengan IMK ini adalah bahwa setiap karakter dalam film tersebut memiliki interaksi yang sangat baik. Berbagai reaksi dan ekspresi yang ditampilkan berinteraksi dengan maksimal.
Penonton dapat dengan mudah mamahami perasaan dan laku dari Wall E hanya dengan bahasa tubuhnya. Meski tanpa banyak dialog kata antara wall E dengan tokoh lainnya, namun penonton mampu menangkap yang dimaksud oleh Wall E.

Wall E sebuah robot pengolah sampah yang ditinggalkan dibumi untuk mengolah sampah yang semakin menumpuk di bumi. Bahkan makhluk hidup pun sudah sulit untuk hidup di bumi. Wall E berjuang sendiri saat robot lain yang sejenis dengan Wall E telah mati dan tak dapat melaksanakan tugasnya. Wall E hanya ditemani seekor kecoa. Meski nantinya wall E menemukan setangkai tumbuhan yang hidup. Dan inilah yang mempertemukannya dengan Eve.
Yang menarik disini adalah setiap informasi yang ingin disampaikan Wall E sebagai robot dapat dengan mudah tersalurkan hanya dengan bahasa tubuh dan gerakan tangannya. Wall E yang tinggal sendiri harus mampu mengganti komponen tubuhnya yang mulai usang. (hhe..hebat si Wall E, benerin dirinya sendiri ^_^)
Lalu kemana manusia? Manusia mengungsi ke luar angkasa dan meninggalkan bumi yang dipenuhi sampah yang sebenarnya adalah akibat perbuatannya. Di luar angkasa, orbit mereka dipimpin oleh seorang kapten dan autopilot (robot). Sang kapten sangat ingin kembali ke bumi, namun sang autopilot diprogram untuk menjaga agar manusia tetap berada di orbit. Autopilot yang sebenarnya adalah sebuah robot, namun nampak seperti mendominasi manusia. Segala kebutuhan manusia dilayani oleh robot, tanpa manusia harus bergerak sedikitpun. Inilah yang membuat manusia menjadi tak mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin.

Di bumi, kehidupan Wall E yang kesepian segera hilang ketika sebuah robot wanita (Eve) ditugaskan ke bumi untuk mencari sebuah tanaman yang masih tumbuh, sebagai pertanda bahwa kehidupan di bumi masih ada bagi manusia. Perasaan Wall E yang tumpah ruah terlihat jelas dari interaksinya dengan eve. Segala laku yang ditunjukkan Wall E layaknya manusia pada umumnya. Seperti sedih, terharu, gembira dan sebagainya. Interaksi yang disuguhkan sangat menarik dan begitu hidup.
Akhirnya Wall E mengikuti Eve kembali ke orbit, namun tidak sampai disitu. Karena autopilot diprogram untuk menjaga manusia tetap di orbit. Maka dimulailah perjuangan wall E (yang semakin lusuh😦, beda banget sama Eve yang bersih) membantu Eve menjalankan instruksinya.
Hingga akhirnya mereka dapat kembali ke bumi setelah autopilot berhasil dinonaktifkan oleh sang kapten. Interaksi manusia dan komputer berkaitan dengan semua aspek yang berhubungan dengn bagaimna apengguna berinteraksi dengan kmputer. Prinsip kunci dalam mendesain IMK yang baik adalah visibility (kontrol dapat terlihat dengan mapping yang baik) dan affordance (desain menunjukkan fungsionalitas yang jelas.

Film Wall E ini merupakan contoh dari interaksi yang mudah diterima bagi user. Dengan interaksinya yang mudah dipahami.

Namun dari hal lain, menurut saya perkembangan teknologi yang maju, selayaknya menjadikan manusia semakin bijak dan cerdas dalam menangani setiap kejadian. Melaksanakan perannya tanpa harus didominasi oleh teknologi itu sendiri.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: